Mahasiswa UNY Hadirkan Website Belajar Flora dan Fauna Indonesia

Mahasiswa Praktik Kependidikan Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Izzul Iqbal Daru Dewantara, memperkenalkan Website Belajar berbasis website bernama “LabX IPS Flora dan Fauna” kepada siswa kelas 7A dan 7B di SMP Negeri 1 Berbah. Media ini dibuat untuk membantu siswa memahami materi persebaran flora dan fauna di Indonesia dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui website tersebut, siswa dapat mempelajari pembagian wilayah persebaran flora dan fauna Indonesia berdasarkan Garis Wallace, Weber, dan Lydekker, serta ciri khas makhluk hidup di setiap kawasan. Materi dapat diakses lewat gawai atau komputer, baik saat pembelajaran di kelas maupun di rumah.Menurut Iqbal, gagasan ini muncul dari kesulitan siswa mengingat materi persebaran flora dan fauna yang memuat banyak istilah, nama spesies, dan peta wilayah. “Kalau hanya lewat ceramah dan buku teks, siswa mudah bosan dan sulit membayangkan persebarannya. Lewat LabX, mereka bisa membaca materi, melihat peta, dan mengerjakan latihan sendiri sehingga belajarnya lebih aktif,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, siswa mengakses website LabX IPS Flora dan Fauna, mempelajari materi, lalu mengerjakan latihan atau kuis untuk mengukur pemahaman. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing diskusi dan meluruskan pemahaman siswa. Dengan begitu, siswa dapat belajar sesuai kecepatan masing-masing.Selain menyasar pemahaman materi, media ini juga diharapkan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kekayaan hayati Indonesia. Dengan mengenal satwa dan tumbuhan khas seperti Rafflesia arnoldii di Sumatra, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan burung cenderawasih di Papua, siswa didorong menyadari pentingnya menjaga habitat dan melestarikan spesies yang terancam punah.Inisiatif ini sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dari sisi proses belajar, media ini mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 9 tentang inovasi, karena memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran. Dari sisi isi materi, LabX berkaitan dengan SDG 15 tentang ekosistem daratan dan SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, karena mengajak siswa memahami bahwa kerusakan lingkungan mengancam keberlangsungan flora dan fauna.Kegiatan ini dilaksanakan dengan bimbingan ibu Febriana Rahmania Vicadewi, S.Pd., selaku guru pamong menilai media ini membantu siswa lebih antusias mengikuti pelajaran. Ke depan, Iqbal berharap LabX IPS Flora dan Fauna dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh kelas lain. “Harapan saya, belajar IPS tidak hanya soal menghafal, tetapi juga membuat siswa bangga dan peduli pada alam Indonesia,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan