Bukan sekedar playlist: memahami hobi mahasiswa dari sudut pandang logika

Bukan sekedar playlist: memahami hobi mahasiswa dari sudut pandang logika.Sebagai mahasiswa baru yang banyak tugasnya, saya memilih playlist lagu K-Pop Sebagai hobi karena kombinasi daya tarik musik,visual dan penampilannya yang berkualitas dan juga mudah di akses melalui berbagai platform digital. Menurut saya sebagai mahasiswa baru yang sangat sibuk,adanya playlist dari K-pop bukan hanya sebagai lagu yang enak di dengar ,tetapi juga ada paket lengkap mencakup koreografi yang dinamis, vidio klip yang menarik dan kreatif, sehingga sarana hiburannya efektif untuk melepas lelah setelah kesibukan perkuliahan .Selain itu saya sebagai mahasiswa baru,menggemari atau mengidolakan K-Pop karena kedekatan idola dengan penggemar melalui media sosial menciptakan ikatan emosional yang kuat membuat penggemar merasa dihargai ,itulah yang sangat di butuhkan mahasiswa baru seperti saya saat ini.

     Jika saya perhatikan sebagai mahasiswa yang sangat menggemari musik K-Pop.Dalam dunia K-Pop khususnya member Blackpink,terdapat banyak kata yang menjadi term khusus ,diantaranya yaitu kata "blink" sebagai nama fandom resmi ,idol yang merujuk pada Jisoo,Jennie,Rose,dan Lisa .Jika didekonstruksi  secara logis,istilah "Blink" bukan hanya sekedar nama panggilan atau tanda pengenalan biasa, melainkan nama yang memiliki makna mendalam bahwa keberadaan kelompok musik dan penggemarnya saling melengkapi dan tidak dapat berdiri sendiri satu sama lain ,sehingga tidak dapat disamakan dengan nama kelompok penggemar lain atau sekadar sebutan untuk orang yang menyukai musik tertentu . Kalimat tersembunyi dari istilah tersebut $adalah kesatuan yang menyatu, yang menyatakan bahwa dua hal yang tampak berbeda sesungguhnya merupakan dua bagian dari satu kesatuan utuh, sehingga nama itu sendiri menjadi bukti bahwa keberadaan kelompok musik dan para penggemarnya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ada juga istilah kata term kata "comeback " yang dimana kata tersembunyi dibalik istilah itu adalah kembalinya dengan karya baru,yang membedakan istilah ini dari kehadiran biasa atau penampilan ulang,karena makna utamanya terletak pada unsur pembaharuan playlist musik yang di bawa  serta perhatian besar yang diberikan oleh penggemar terhadap peristiwa tersebut,sehingga istilah ini memiliki makna yang tetap dan tidak dapat di samakan dengan penampilan sebelumnya .

Selanjutnya,saya akan membahas konsep dan definisi dari kegemaran mendengarkan playlist k-pop. Hobi mendengarkan daftar lagu -lagu karya blackpink dapat didefinisikan sebagai kegiatan rekreasi yang dilakukan diwaktu luang dengan cara memutar dan menyimak karya musik kelompok penyanyi wanita asal Korea selatan yang terdiri dari empat orang anggota tersebut.Definisi ini disusun secara tepat dan tidak terlalu luas maupun terlalu sempit sehingga dapat membedakan kegiatan maupun dari hobi lainnya .dengan definisi yang jelas dan lengkap maka kita dapat memahami hakikat kegiatan tersebut secara tegas dan tidak akan membingungkan satu hal dengan hal lain dalam penalaran yang kita susun.

Terakhir, pembagian klasifikasi elemen hobi mahasiswa mendengarkan playlist Blackpink dilakukan dengan menetapkan dasar pengelompokan menurut fungsi dan peran setiap unsur yang membentuk kegiatan tersebut, sehingga seluruh elemen dikelompokkan menjadi karya musik yang didengarkan,saran yang digunakan untuk menyimak,waktu saat kegiatan digunakan dilaksanakan,serta tujuan yang ingin di capai. Pengelompokkan ini diuji dengan asas kebenaran yaitu asas kontradiksi yang menyatakan satu hal tidak dapat berada dalam dua kelompok sekaligus dan asas penolakan kemungkinan ketiga yang menyatakan setiap hal pasti masuk ke dalam salah satu kelompok saja,tidak saling tumpang tindih ,dan tidak ada yang tertinggal. Pembagian waktu mahasiswa baru yang hobi mendengarkan playlist Blackpink disusun secara sistematis dan sesuai kaidah logika menghasilkan pemikiran yang teratur,jelas dan bebas dari pengaruh buruk.

1 tanggapan pada “Bukan sekedar playlist: memahami hobi mahasiswa dari sudut pandang logika”

Tinggalkan Balasan