SALON VIRGO – hobi yang dibayar

Hobi yang dibayar,Biasa nongkrong ngopi bareng teman-teman ngebid R4 di warung mang uwey pasar kaget atau pasar tani baranangsiang indah Bogor Timur, lama – lama tiap sudut pasar kenal semua, termasuk pemilik pangkas rambut pa makmur. orangnya ramah dan humoris termasuk ketika ditanya ‘ darimana keahlian memotong rambut yang sudah ditekuni selama 22 tahun berjalan ‘ dengan berkelakar dia menjawab bahwa ” saya belajar pangkas rambut di salon virgo” imbuhnya, teman-teman yang nongkrong saling berpandangan..ohh yang dipertigaann perumahan itu ya! .. coba – coba menebak, sambil ketawa lebar pa makmur langsung menjawab dalam bahasa Sunda..”saya belajar otodidak, dipipir bari CINGO-GO” .

Pangkas rambut makmur mulai beroperasi tahun 2004, dengan tarif awal Rp 5,000 untuk dewasa dan Rp 4,000 untuk anak-anak dan sekarang setelah lebih dari 2 dekade tarif untuk dewasa Rp 18,000 anak-anak Rp 15,000 . Tahun 2015 pa makmur sudah bisa mewariskan keahlian memotong rambut kepala kepada adiknya ARIFIN untuk membuka satu kursi pangkas lagi jadi total sekarang ada dua kursi pangkas rambut. Dengan masuknya Arifin pangkas rambutnya malah tambah rame dan antri setiap akhir pekan dan awal bulan apalagi menjelang hari-hari besar seperti hari raya lebaran & natal .

Bertahan lebih dari 22 tahun dia tahu betul untuk menyesuaikan harga secara bertahap dan terukur agar pelanggannya tidak merasa diperas dengan tarifnya dan kualitas pelayanan tetap dijaga… pertahun -/+10% kenaikannya.

Pelanggannya beragam dari orang tua, dewasa hingga anak-anak dari orang berkantong tebal hingga orang yang berkantong tipis , terutama orang-orang keturunan tionghoa yang berada di perumahan baranangsiang indah mulai dari kakeknya, anaknya hingga cucunya menjadi pelanggannya kadang suka dipanggil kerumah pelanggannya. pa makmur bukan saja berhasil menunjukkan tingkat kepercayaan pelanggan tapi beliau juga berhasil menciptakan loyalitas lintas generasi.

Dari nongkrong sambil ngopi bareng teman-teman di warung kopi mang uwey, figur pa makmur yang sudah lebih dari 22 tahun bertahan di balik kursi pangkasnya, ternyata permata tersembunyi di kota hujan Bogor tidak selalu berupa tempat yang mewah, kadang berupa orang biasa yang sabar & tekun mempertahankan pekerjaannya selama puluhan tahun demi keluarga tercinta.

Tinggalkan Balasan