Beli Tanaman Hias: Antara Hobi Estetik dan Buang-buang Uang Karena Gengsi

Beberapa waktu lalu, tren merawat tanaman hias meledak, terutama mengingat di masa pandemi. Ganti dari hobi lama yang mahal ke hobi baru yang ternyata bisa lebih mahal. Ya, saya salah satunya yang terjebak dalam hobi penghijauan alias berkebun. Awalnya, niatnya murni ingin mempercantik sudut rumah agar lebih estetik dan segar dilihat saat work from home.

Siapa yang tidak tergiur dengan keindahan Monstera adansoni alias Janda Bolong yang ikonik, atau Aglonema dengan warna daunnya yang merona? Membuat saya tergiur membelinya. Saya mulai dengan membeli beberapa tanaman populer yang harganya masih wajar. Namun, perlahan, ambisi estetik saya berubah menjadi sesuatu yang lain. Keinginan untuk memiliki tanaman yang lebih langka, lebih mahal, dan lebih dianggap barang berkelas mulai tumbuh.

Saya mendapati diri saya menghabiskan uang sejumlah ratusan ribu, untuk varietas aglonema seperti jenis Red Sumatra dan dengan warna merah merona yang khas disetiap lembaran daunnya. Namun jenis ini memiliki harga yang cukup mahal. Setiap kali ada tren tanaman baru, saya merasa harus memilikinya, seolah-olah tanaman tersebut adalah simbol status sosial. Saya membeli tanaman bukan lagi semata karena saya menyukainya, tapi karena saya ingin memilikinya dan, jujur saja, terkadang pernah memamerkannya di media sosial seperti Instagram. Uang menguap, bukan hanya untuk tanamannya sendiri, tetapi juga untuk pot-pot terakota berdesain unik, pupuk khusus, lampu tumbuh, dan rak tanaman yang serasi.

Setelah beberapa bulan, saya mulai sadar. Ruangan saya sudah penuh dengan tanaman, beberapa bahkan mulai terlantar karena perawatannya yang semakin rumit. Saya menyadari betapa banyak uang yang telah saya habiskan, uang yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal lain yang jauh lebih penting. Gengsi telah mengalahkan akal sehat. Hobi yang awalnya memberikan ketenangan, kini justru menjadi beban pikiran.

Merawat tanaman hias bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan bermanfaat. Namun, penting untuk tidak terjebak dalam perangkap gengsi dan ikutan tren. Sebelum membeli tanaman, tanyakan pada diri sendiri. Seperti “Apakah saya benar-benar menyukainya dan mampu merawatnya? Ataukah saya hanya ingin mengoleksinya untuk pamer?” Mari bijak dalam menyalurkan hobi, jangan biarkan gengsi menghamburkan uang. Jangan sampai fenomena tanaman hias ini menjadi ajang buang-buang uang karena gengsi.

Tinggalkan Balasan